[Foto] Anoa Amfibi

Pengadaan Alutsista Belum Transparan

https://2.bp.blogspot.com/-jzoie6JthuI/WFhq8JG06XI/AAAAAAAAwMc/ST74QWO7D_kIMBpWMVhSL2HsHyfxrYpYQCLcB/s1600/C0DRw6vXAAAAgIC.jpgKepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna juga membantah bahwa heli yang dibeli TNI AU adalah helikopter yang batal dibeli India. Tidak dijelaskan ancaman militer seperti apa dan dengan apa kita hadapi "Kita tidak memiliki grand strategy. Jelas bahwa pengadaan tersebut berdasarkan kebutuhan dengan demikian. Dalam pemesanan itu, " katany spesifikasi total dan delivery time TNI AU juga berbeda dengan Indiaa TNI AU ingin punya helikopter untuk berbagai fungsi. [ROTORBLUR. Memang spesifikasi India sama dengan TNI AU "Pertanyaannya? Terlihat helikopter tersebut telah dicat dengan warna loreng TNI dan diberi lambang TNI. Helikopter tersebut dibeli untuk menghadapi ancaman apa masyarakat tidak pernah mendapat penjelasan. Alhasil, " ujar Connie KSAU mengalokasi ulang budget yang berasal dari DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) 2015 itu untuk membeli heli angkut Skuadron 6. Hal itu masih kurang didiskusikan secara komprehensif ia mengatakan, walau dalam buku putih pertahanan dan postur pertahanan dijelaskan tentang ancaman. Pengadaan heli angkut berat sebenarnya memiliki varian yang luas. Pittman adalah fotografer pengelola situs www. India membeli heli AW 101 tahun 2010 sebanyak 12 buah dengan harga masing-masing 45 juta dollar AS. ZR adalah nomor seri helikopter yang diproduksi di Inggris. Com, terlihat bahwa heli yang diproduksi tahun 2012 tersebut dibatalkan oleh AU India dan dibeli oleh TNI AU. Helikopter AW 101 yang telah dicat warna loreng TNI dan diberi lambang TNI AU memiliki nomor konstruksi C/N 50248 dan nomor seri ZR 343 dengan merujuk foto yang diambil fotografer Rich Pittman. Co. Produsen AW 101, membantah bahwa heli yang akan dibeli TNI AU adalah bagian dari yang telah dibatalkan India Alessandro Capocaccia, Manajer Hubungan Media Leonardo-Finmecanicca, pada pameran Indo Defense November 2016. Kebijakannya sebagai KSAU adalah membeli alutsista yang baru dan lengkap serta satu tingkat dari yang ada ia mengatakan. Versi TNI AU ini berbeda jauh dengan yang dibeli India karena versi TNI AU ini multifungsi dan jauh lebih lengkap. Dalam kasus pembelian helikopter Agusta Westland 101 oleh TNI AU, persoalan ini mengemuka yohanes mengatakan. Mulai tahun 2012, tiga buah helikopter selesai dari pabrik dan dikirimkan ke India. Ketika kasus penyuapan ini mencuat di Italia, Pemerintah India membatalkan kontrak dan menguangkan kembali 199 juta euro dari total kontrak 250 juta euro. CO. Yohanes Sulaiman, " kata dosen Universitas Pertahanan, Minggu (1/1) jadinya tidak jelas apa yang kita butuhkan jangka panjang dan pendek. Heli AW 101 adalah bagian dari sembilan helikopter yang batal dibeli AU India karena kasus suap sisa India

Dari penelusuran Kompas. Anggaran itu kembali ke matra udara "Setelah pemerintah menolak pemesanan heli AW 101 untuk VVIP. Produsen AW 101, menurut dia, selalu menyesuaikan kebutuhan negara pemesan yaitu Leonardo-Finmecanicca. Ya tidak! Seperti apa ancaman militer dan nonmiliter yang akan dihadapai bangsa ke depan misalnya. " kata Agus tentang heli berharga 55 juta dollar AS itu "Heli ini saya pesan dari awal, tetapi dikerjakan tiga sif dengan pengawasan TNI AU sejak awal. Perlengkapan apa saja yang dibeli untuk mencapai fungsi yang diinginkan AW 101, misalnya. Tetapi dibatalkan terlihat bahwa helikopter AW 101 dengan nomor konstruksi 50242 sampai 50256 dan ZR 338 sampai ZR 349 sedianya sudah dibeli India. Rotorblur. 
Helikopter AW 101 pesanan TNI AU tengah menjalani tes awal penerbangan di divisi helikopter Leonardo-Finmecanicca di Yeovil, pekan lalu Inggris. Connie juga tak percaya heli pesanan TNI AU merupakan bekas pesanan India. Dengan demikian, Swa Bhuana Paksa postur TNI AU bisa dibangun sesuai dengan doktrin TNI AU. Menurut pengamat militer dan pertahanan, TNI AU membutuhkan heli baru untuk Skadron 6 yang bertugas angkut dan evakuasi Connie Rahakundini Bakri. Ketidaktransparanan ini dipicu belum adanya strategi besar yang mendasari pertahanan Indonesia. " katanya "Misalnya bagaimana kita melihat ancaman di Laut Tiongkok Selatan dan bagaimana posisi kita. Publik tidak tahu, pembelian senjata selama ini untuk menangkal ancaman seperti apa. Transparansi juga mencakup faktor lain seperti harga yohanes mengatakan. UK/Rich Pittman] ☆

Pengadaan alat utama sistem persenjataan di TNI dinilai belum transparan. Dan evakuasi medis Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna menjelaskan, AW 101 diperuntukkan mengangkut pasukan, SAR tempur, sebelumnya. Uk. TNI AU melakukan penilaian dan analisis sehingga dipilih heli AW 101 atas dasar itu. "Kalau kriterianya jelas, kita jadi mengerti kenapa TNI AU memilih helikopter AW 101 selain heli-heli yang lain, " kata Yohanes. Karena TNI AU untuk heli angkut dan evakuasi. Lewat website ukserials.
Thank you for reading Pengadaan Alutsista Belum Transparan

Comments